insiden serangan dari KKB pada hari Rabu tanggal 20 Maret 2024 pukul 08.00 WIT terhadap anggota Pos Polisi Ndeotadi 99 Distrik Baya Biru Kabupaten Paniai, dari kejadian tersebut terdapat 2 (dua) korban personel Pos Pol Ndeotadi 99, adapun indentitas personel Pos Polisi Ndeotadi 99 yang gugur adalah :
- Bripda Arnaldobert Fhin J. V. Yawan / 98040135, jabatan Ba Unit Patroli Pos Polisi Ndeotadi 99
- Bripda Sandi Defrit Sayuri / 00120163, jabatan Ba Unit Patroli Pos Polisi Ndeotadi 99.

mengambil hikmah dari kejadian penembakan terhadap rekan Sabhara Polda Papua yang gugur tadi, Kita perlu mengingat lagi SOP dalam melaksanakan tugas, bagaimana buddy system dilaksanakan, bagaimana cara melakukan RPU terhadap suatu kegiatan seperti mengamankan posisi diri sendiri saat RPU apakah harus terlihat ataukah harus mencari lindung tembak dan lindung tinjau.
Bagaimana menggunakan HT apakah kawan kawan yang lain tahu kita ada dimana dan sedang apa, apa sandi atau kode saat butuh back up termasuk bagaimana menggunakan pakaian dinas lengkap agar memudahkan kita manuver saat melakukan serangan balasan maupun melakukan pengunduran bila kekuatan musuh sangat kuat.
Apakah kita masih ingat bagaimana SOP tembakan kita, double tap kemudian masih ingat bagaimana melakukan reaksi saat diserang ( 5 M ) MENGHILANG, MENGGULING cari perlindungan, MERAYAP cari lokasi yang baik, MENINJAU /MENDENGAR untuk mencari tahu berapa jumlah musuh,dari mana arah tembakan kemudian MENEMBAK sebagai BALASAN .. sambil mengukur apakah kita lanjutkan dengan SERMUJAM atau KUPAS kanan ,kiri atau tengah
Selalu mempersiapkan rencana gerakan, mana pangkal gerak, mana titik istirahat, mana titik kumpul dan mana jalur jalur tikus untuk kembali ke posko serta menghitung mana jalur melingkar untuk sergap lawan , tidak boleh malas dan bosan melakukan patroli obat nyamuk, bagi team siapa yang nurunkam barang,siapa yang masak dan siapa yang patroli keamanan.
Membuat pengamatan dan update hasil patroli pengintai di sekitar BOD kita , mana alarm stelling masing masing, dantim dimana , batis dimana , yanrad dan SO dimana dan batas batas tembakan paling kanan dan kiri serta batas tembakan terjauh dari tiap tiap orang di BOD.
Ada SOP yang harus kita ingat kembali,berikan tanda di GPS kita ataupun menghapal tanda Medan atau informasi tentang lokasi kritis yang sering dipakai untuk melakukan ambush / sanggong terhadap konvoi pasukan yg serpas.
Biasakan mobil pertama berikan klakson kencang kencang sehingga anggota yang ada di bak belakang bisa siap siaga dan melakukan pengawasan penuh, berikutnya kalau sudah tahu titik itu sering terjadi ambush/sanggong ya dibalik dong…. Masak kita dikerjain terus ,sekali kali kita lakukan gerakan melambung , saat konvoi pasukan bergeser ada team yang diturunkan ke jalan kemudian melambung mencari lokasi lokasi kritis tadi , harapannya kita bisa voor contact dengan mereka , biasanya kalau mereka pernah kita sanggong balik di lokasi-lokasi kritis lambat laun mereka akan menjauh.
Terima kasih untuk Dominggus , Supempri, Zawir Koto dan nama nama lain yang gak bisa saya absen satu satu, setiap kita serpas … dan lewat medan kritis … mereka selalu teriak lebih dulu… AWAS … RAWAN… SIAGA… Tolong dibantu untuk mengingatkan kembali dalam menghadapi perang gerilya yang sifatnya hit and run jangan lupakan adanya dukungan masyarakat, meraih simpati masyarakat sama saja dengan persiapan memenangkan perang gerilya.
Tinggalkan komentar