Mohon Maaf lahir dan bathin kepada teman teman umat Muslim dan selamat hari raya Idul Fitri.
Ada apa ya dengan masyarakat kita ketika momentum perayaan hari raya di beberapa tempat ternodai oleh ulah sekelompok orang yang mempertontonkan anarkhisme.
Ribut dan perkelahian oknum tni vs polisi juga sempat dipertontonkan secara terbuka dan ini perlu dicarikan jalan keluar untuk mencegah dan menghentikan perilaku barbarisme sesama aparat penjaga NKRI.
malam tadi mendengar kabar bahwa terjadi perkelahian dan penganiayaan terhadap beberapa petugas Polri di pospam Polsek Tiworo Tengah , Polres Kolaka ,Sultra.
Menelisik laporan kejadian yang beredar di medsos dan melihat rekaman laga tersebut rasanya miris saja, bagaimana oknum TNI beramal ramai manunggal bersama rakyat menyerang pospam ( padahal ada juga unsur TNI yang bertugas di pospam itu) hanya karena ditegur saat mengendarai sepeda motor menggunakan knalpot bising ( brong) secara provokatif di depan pospam apalagi di tengah tengah keriuhan malam takbiran.
Besok malamnya kembali lagi terjadi ,kali ini melibatkan personil TNI AU di Makasar yang sedang Cuti , personil ini kedapatan reseh dan akhirnya rusuh sebelum dijatuhkan dan dihadiahi bogem mentah oleh petugas bhabinkamtibmas, kalau dilihat di video yang nyebar di medsos kelihatan juga polisi berusaha menanyakan identitasnya lebih dahulu namun mungkin karena dalam keadaan “tinggi” apalagi berpakaian preman.
Konteksnya adalah sedang Cuti…..pulang kampung , kelakuan reseh dan bikin rusuh dengan kawan kawan sepermainan waktu kecilnya dulu.
Sepertinya ini perlu jadi telaahan staff , terutama untuk propam dan Intel termasuk unsur POM TNI, fenomena anggota pulang cuti personil TNI dan Polri apalagi yang baru pulang penugasan di daerah yang katanya rawan merupakan sebuah POLICE HAZARD alias AMBANG ANCAMAN… sedikit saja bergesekan sengaja atau tidak dengan berbagai pihak ( kemaren dengan polisi besok mungkin dengan masyarakat umum) akan menimbulkan ledakan bencana .
Terutama saat pelaksanaan operasi kepolisian dan berbarengan dengan adanya cuti satuan, apakah perlu dibuatkan protap Garnisun dan kewajiban lapor cuti datang dan kembali di koramil atau polsek terdekat.
Ini sedang operasi kepolisian terpusat yang juga melibatkan berbagai instansi lain yang bakalan kerja bareng bareng di lapangan, malah tercederai oleh oknum anggota yang tidak bertanggung jawab.
Pelebaran unsur Propam Polri bersinergi dengan POM TNI yang dihadirkan pada gelar pasukan tentunya bakalan lebih strategis untuk mengurus upaya pengamanan internal satuan, agar masing masing anak buah yang sedang CUTI ini bisa tertib bukannya eforia pulang kampung, reseh dan rusuh apalagi kalau masing masing pimpinan satuan hanya mengatakan… ah hanya kebakaran remaja saja.. ah biasa bandel dikit gpp… Ndasmu…
Tinggalkan komentar